Tampilkan postingan dengan label jenis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis. Tampilkan semua postingan
26/12/11

Macam-Macam Pesan Error Pada Internet

0 komentar

Nge-Share - Pernah gak waktu sobat mengakses sebuah situs tiba-tiba keluar peringatan error seperti error 404, 400 dan sebagainya. Nah, mungkin sebagian dari sobat belum tahu makna dari pesan error yang muncul tersebut. Baiklah, pada postingan ini saya akan menjelaskan arti dari beberapa pesan-pesan error yang sering muncul di internet. Silahkan disimak ya sob :D

Pesan-Pesan Error Internet:

  • 500 - Internal Server Error
  • Pesan error tersebut diartikan sebagai adanya masalah atau gangguan dan kesalahan dalam server internal website sehingga Anda tidak bisa mengakses website yang bersangkutan dan selama administrator situs belum memperbaikinya, maka pesan error tersebut akan muncul terus. Sabar saja
  • 404 - Not Found
  • Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi, yaitu : - Data di database sebelumnya sudah ada, namun sudah dihapus atau dihilangkan dari database server. - Terjadi gangguan akses internet atau down. - Jika akses Internet tetap gagal, maka kemungkina besar halaman tersebut sudah tidak lagi beredar/broken link. - Terjadi kesalahan penulisan alamat URL.
  • 400 - Bad Request
  • Pesan kesalahan tersebut dialami oleh server yang tidak bisa mengerti perintah dari client. Umumnya, berupa kesalahan script coding di server, sehingga hanya administrator serverlah yang bisa mengatasinya. Kita hanya bisa berharap saja. hehehe...
  • 403 - Forbidden
  • Yang pertama karena halaman situs tidak dapat diakses karena telah diatur sedemikian sehingga dalam servernya. Dan alasan kedua adalah sang pemilik situs tersebut belum membayar sewa hosting atau domain ke perusahaan tempat dia menyewa, sehingga terjadi pemblokiran dari pihak perusahaan server.
  • 401 - Unauthorized
  • Pesan kesalahan tersebut karena user tidak memiliki otoritas atau ijin untuk mengakses halaman website. Biasanya situs diberi security berupa username dan password, sehingga Anda harus tahu username dan password tersebut.
  • 408 - Request Timeout

Pesan ini terjadi karena timer atau waktu untuk mengakses situs terlampau lama dan telah habis. Hal tersebut disebabkan oleh kecepatan dan koneksi akses internet yang cukup lambat, dan server biasanya memiliki timer atau kuota batas waktu tertentu dalam pengaksesan data dalam database servernya.

Sebagai tambahan dan perlu diingat bahwa pesan-pesan khusus atau status mempunyai kode dalam pengertiannya, berikut :

Kode status 1xx : sifatnya sebagai informasi dan saat ini belum resmi digunakan.

Kode Status 2xx : Status proses positif, artinya request berhasil diterima, dimengerti dan bisa diproses oleh webserver.

Kode Status 3xx : Redirection, artinya web client harus melakukan proses lain, dalam hal ini mengakses informasi sesuai redirection yang diberikan untuk mengakses informasi yang diinginkan secara lengkap.

Kode Status 4xx : Status Client Error, artinya web server mendeteksi bahwa request dari web client tidak memenuhi format yang standar, sehingga tidak dapat dikenali dan diproses lebih lanjut.

Kode Status 5xx : Status server error, artinya webserver gagal memenuhi request dari web client karena ada asuatu hal yang menghalangi.

sumber: www.senikomputer.com
Continue reading →

Jenis Gangguan-gangguan Phobia Yang Paling Fatal

0 komentar
Gangguan-gangguan Phobia Yang Paling Fatal
Ada banyak jenis gangguan phobia, mulai dari yang ringan, aneh dan terdengar konyol sampai yang benar-benar fatal dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya.
Setiap orang pasti memiliki rasa takut tertentu akan sesuatu, yang jenis dan intensitasnya tentu saja berbeda-beda dan bervariasi. Dalam taraf yang cukup tinggi, rasa takut ini menjelma menjadi apa yang disebut gangguan phobia. Ada banyak jenis phobia yang telah diketahui seperti agoraphobia yaitu rasa takut akan ruang terbuka dan berada di tempat ramai, atau thanatophobia yaitu rasa takut akan kematian. Ada juga jenis phobia yang tergolong sangat aneh dan konyol seperti arachibutyrophobia yaitu rasa takut akan "selai kacang yang menempel di langit-langit mulut".
Di artikel berikut akan kita bahasa jenis-jenis phobia yang bersifat sangat fatal, dengan kata lain jenis-jenis phobia yang bersifat fundamental dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya hingga ke taraf ekstrim. Walaupun akan terdengar aneh, harap diingat bahwa di luar sana memang benar-benar ada sesama kita yang menderita phobia ini. Dengan mengetahui jenis-jenis phobia ini diharapkan kita akan turut dapat merasakan dan bersimpati kepada mereka. Mari kita lihat satu per satu.
  1. Ambulophobia
    Rasa takut untuk berjalan atau berdiri.
    Ambulophobia
    Bayangkan jika hanya dengan berjalan atau berdiri saja membuat seseorang takut. Jelas penderita ambulophobia tidak akan dapat hidup normal, tidak setiap saat mereka dapat bepergian dengan menggunakan kursi roda elektrik. Sayangnya hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu membuat manusia dapat terbang melayang dengan sendirinya untuk berpindah tempat. Penderita phobia ini tidak akan dapat menghindar untuk berhadapan dengan rasa takutnya setiap hari.
    Gejala/simptom dari ambulophobia bisa bermacam-macam, biasanya mencakup rentang nafas yang pendek, berkeringat, rasa mual, pusing, gemetar, hingga rasa panik. Sedangkan penyebabnya biasanya dapat ditelusuri karena pengalaman cidera atau luka fisik seperti cidera pada kaki, radang sendi (arthritis) atau masalah-masalah medis lain yang menyebabkan penderitanya merasakan sakit saat berjalan.
  2. Decidophobia
    Rasa takut untuk mengambil keputusan.
    Decidophobia
    Kata decidophobia pertama kali diucapkan oleh seorang filsuf dari Princeton University, New Jersey, Amerika Serikat, bernama Walter Kaufmann di tahun 1973 dalam bukunya berjudul Without Guilt and Justice. Secara teknis decidophobia didefinisikan sebagai "rasa kurang keberanian atau keinginan dari seseorang untuk memilih dari beberapa alternatif yang berbeda-beda untuk mengetahui kebenaran". Penderitanya cenderung untuk menyerahkan keputusan mana yang benar kepada pihak lain, biasanya adalah orang tua atau pasangan mereka. Atau bisa juga mereka menyerahkan keputusan kepada pemimpin keagamaan mereka atau partai politik favorit mereka, dalam skala yang lebih luas.
    Gejala decidophobia bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya, antara lain mulut kering, susah bernafas, pusing, kejang otot, gemetar, jantung berdebar, bahkan hingga rasa terjebak di dalam sesuatu dan tidak dapat melarikan diri, juga kepanikan. Sedangkan penyebabnya biasanya karena si penderita pernah mengalami sesuatu yang traumatis dalam hidupnya yang berkaitan dengan mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah seorang anak kecil yang secara konsisten dan terus-menerus dipaksa untuk menerima keputusan orang tuanya tentang suatu hal. Hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap psikologi si anak yang memungkin untuk berkembang menjadi decidophobia.
  3. Epistemophobia (Gnosiophobia)
    Rasa takut akan ilmu pengetahuan.
    Epistemophobia (Gnosiophobia)
    Epistemophobia atau sering juga disebut gnosiophobia, rasa takut untuk belajar dan ilmu pengetahuan, menyebabkan penderitanya tidak dapat belajar hal-hal baru kecuali bagi mereka yang mau melawan tasa takut tersebut dengan memaksakan dirinya menerima hal baru. Bahkan dengan melakukan hal tersebut saja sudah akan mempersulit mereka dalam menerima hal baru tersebut.
    Gejala epistemophobia bervariasi antara tiap orang dan tergantung dari intensitasnya, antara lain meliputi rasa gugup dan takut, juga gejala-gejala kepanikan yang umum seperti jantung berdebar, susah berkata-kata, gemetar, susah bernafas, dan lain-lain. Penyebab epistemophobia dapat berasal dari faktor luar tubuh (external events) yang traumatis, dan juga dapat berasal dari faktor dalam diri atau genetis (heredity/genetic factors).
  4. Cibophobia
    Rasa takut akan makanan.
    Cibophobia
    Cibophobia atau rasa takut akan makanan adalah jenis phobia yang sangat kompleks dan dapat dengan cepat berkembang menjadi sebuah bentuk obsesi. Cibophobia seringkali disalahpahami dan dicampuradukkan dengan anorexia, sebuah gangguan dalam kebiasaan makan. Perbedaan utamanya adalah pada anorexia, penderitanya memiliki rasa takut dan kecemasan akan akibat dari makanan yang ia makan terhadap tubuhnya. Sedangkan cibophobia adalah rasa takut akan makanan itu sendiri.
    Gejala cibophobia termasuk yang paling sulit dikenali. Menghindari makanan adalah salah satu yang paling umum. Makanan-makanan yang terlihat agak menjijikkan seperti mayonaise dan susu adalah jenis makanan yang biasa ditakuti. Kebanyakan penderita cibophobia memiliki perhatian yang berlebihan akan tanggal kadaluarsa suatu makanan, seringkali dijumpai penderita cibophobia mengendus makanan dengan berlebihan walaupun makanan tersebut memiliki tanggal kadaluarsa yang masih jauh. Saat memasak, penderita cibophobia seringkali menunjukkan perilaku yang berlebihan seperti memasak makanan hingga gosong atau hangus. Gejala yang lain adalah menghindari restoran karena makanan di restoran diolah di luar kontrol mereka, menghindari makanan seafood jika sedang berada jauh dari laut karena takut tidak segar, atau membuang makanan yang masih bagus karena berpikiran makanan tersebut telah basi.
    Penyebab cibophobia belum dapat diketahui dengan pasti, namun beberapa ilmuwan memperkiran pengalaman traumatis di masa lalu dapat menyebabkan orang menderita cibophobia.
  5. Somniphobia (Hypnophobia)
    Rasa takut untuk tidur.
    Somniphobia (Hypnophobia)
    Somniphobia, ketakukan untuk tidur, dikatakan fatal karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan baik fisik dan mental. Gejalanya meliputi rasa panik yang melanda baik sebelum atau selama tidur. Penderita somniphobia seringkali berpikiran jika ia pergi tidur maka ia akan mati dan tidak akan terbangun lagi. Rasa takut ini mungkin saja tidak ada hubungannya dengan kondisi kesehatannya yang lain, selain tentu saja penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh kurang tidur seperti rasa lelah, kurangnya kesadaran, mudah teriritasi dan lain-lain.
    Penyebabnya juga dapat bermacam-macam, namun yang paling umum adalah mimpi buruk. Penderita somniphobia kebanyakan sering mengalami mimpi buruk yang datang secara terus-menerus dan menyebabkannya takut untuk pergi tidur.
  6. Acousticophobia
    Rasa takut yang aneh akan suara, termasuk suaranya sendiri.
    Acousticophobia
    Penderita acousticophobia merasa takut akan suara, baik segala jenis suara maupun satu jenis suara yang spesifik seperti suara teriakan, siulan, ledakan, gumaman dan lain-lain. Seperti kebanyakan phobia yang lain, acousticophobia memiliki gejala-gejala yang sama meliputi rasa cemas, gugup, gemetar, jantung berdebar dan lain-lain.
    Penyebab seseorang menderita bermacam-macam, dan seringkali bersifat unik antara satu penderita dengan penderita yang lainnya. Salah satu yang umum adalah disebabkan oleh kondisi mental penderitanya, banyak penderita schizophrenia didiagnosis juga menderita acousticophobia.
  7. Chronophobia
    Rasa takut akan bergulirnya waktu, atau rasa takut akan waktu.
    Chronophobia
    Rasa takut akan waktu atau chronophobia meliputi juga rasa takut akan segala konsep yang berhubungan dengan waktu, seperti masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Dalam taraf ekstrim, penderitanya akan merasa takut hanya dengan mendengar seseorang berkata kepadanya kata-kata seperti "besok", "nanti", "kemarin", dan sebagainya. Suara detak jarum jam juga dapat mengganggunya.
    Gejala chronophobia dapat bersifat mental, emosional, dan fisikal. Rasa takut yang diakibatkan bervariasi mulai dari yang ringan sampai serangan kepanikan yang hebat. Penyebab chronophobia kebanyakan adalah akibat pengalaman buruk penderitanya di masa lalu, selain dapat juga disebabkan dari kondisi kejiwaan penderitanya.
  8. Counterphobia (Phobophilia)
    Rasa menyukai akan keadaan atau situasi yang menakutkan.
    Counterphobia (Phobophilia)
    Counterphobia didefinisikan sebagai rasa menyukai akan keadaaan atau situasi yang menakutkan. Terdengar sangat aneh memang karena berbeda dengan jenis gangguan phobia yang lain, definisi counterphobia justru dimulai dengan kata "suka". Jika para penderita phobia yang lain akan berusaha untuk menghindari obyek yang menjadi sumber ketakutan mereka, maka penderita counterphobia justru akan dengan aktif dan sengaja mencari sesuatu yang dapat membuatnya takut. Dalam kebanyakan kasus, rasa suka akan ketakutan ini merupakan manifestasi si penderita dalam usahanya untuk menaklukkan sesuatu yang mengganggunya.
    Penelitian tentang counterphobia juga menemukan bahwa rata-rata penderita counterphobia memiliki inteligensi tinggi, sangat mandiri, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan stabil emosinya. Namun perlu diingat bahwa counterphobia adalah jenis gangguan yang sangat fatal karena penderita biasanya akan terperangkap dalam kondisi mental yang membingungkan antara "melawan atau menyerah". Seringkali dijumpai para penderita counterphobia mencoba untuk meloncat dari gedung yang tinggi tanpa pengaman, walaupun sebenarnya tidak bermaksud untuk bunuh diri namun akibatnya tentu bisa saja sama.
    Selain itu jika ditilik dari sudut psikologis, counterphobia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan rumit sehingga perlu penanganan yang teliti dan hati-hati. Banyak para ahli yang lebih menyukai istilah phobophilia yang secara harfiah berarti "rasa suka akan rasa takut".
  9. Phobophobia
    Rasa takut akan rasa takut itu sendiri.
    Phobophobia
    Phobophobia didefinisikan sebagai rasa takut akan rasa takut itu sendiri, atau lebih spesifik lagi adalah sensasi rasa takut yang timbul di dalam diri penderitanya tentang sesuatu yang membuatnya takut atau gelisah. Sumber masalah phobophobia kebanyakan berasal dari dalam diri penderita itu sendiri, karena rasa takutnya seringkali terlihat tidak beralasan dan bersifat semu.
    Penderita phobophobia juga memiliki rasa takut jika ternyata dirinya sendiri menderita phobia. Dengan kata lain, penderita phobophobia seringkali tidak sadar jika dirinya menderita phobia. Inilah sebabnya mengapa phobophobia digolongkan sebagai jenis phobia yang bersifat fatal, dan jika tidak ditangani dengan tepat rasa takut ini akan berkembang menjadi semakin bersifat permanen.
  10. Pantophobia
    Rasa takut akan segala hal.
    Pantophobia
    Telah cukup jelas dari definisinya betapa fatalnya jenis phobia ini. Sulit dibayangkan bagaimana menderitanya seseorang yang memiliki gangguan pantophobia di dalam dirinya. Sebuah sumber mendefinisikan pantophobia sebagai "rasa takut yang semu dan terus-menerus akan sesuatu yang tidak diketahui dan jahat". Pada taraf ekstrim penderitanya akan jatuh ke suatu kondisi kegilaan. Namun yang unik adalah seorang penderita pantophobia dapat saja menjalani hidup dengan normal dan bersosialisasi seperti biasa, namun tidak ada seorangpun yang tahu bahwa sebenarnya di dalam dirinya mengalami suatu ketakutan yang dia sendiri pun tidak tahu penyebabnya.
    Pantophobia sulit sekali dideteksi, dan proses penyembuhannya juga dapat memakan waktu bertahun-tahun karena penyebabnya bisa bermacam-macam.
Continue reading →