Tampilkan postingan dengan label sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedih. Tampilkan semua postingan
27/01/12

(Puisi) Minggu Kelabu di Tugu Tani

Kisah yang Sangat Sangat Menyedihkan :'( Bisakahh anda tertawa melihat Kisah ini ? Kalo saya jujur saja saya Terharuu :) Kisah ini adalah sebuah kisah kecelakaan maut yang terjadi Minggu 22 Januari 2012. Langsung aja ahh gak usah Panjang lebar Cekidoot ...


Ayah
terimakasih telah mengajakku ke Monas
aku belum pernah lihat Monas
senang sekali hatiku diajak ayah melihat Monas

Pagi itu aku digendong ibu

kita jalan bersama ayah, nenek dan bibi
pagi yang indah
cuaca pun cerah
kita berjalan bersama menuju Monas

Kita semua bahagia
jarang sekali kita bisa jalan-jalan seperti ini
ayah sibuk mencari nafkah
aku sudah lama rindu ayah

Ayah
tiba-tiba kita lihat mobil hitam itu
melayang dari depan
menggelinding menimpa kakak-kakak itu
lalu menimpa kita semua
aku pun terpental
terlepas dari pelukan ibu

Ayah
maafkan aku mendahuluimu
aku masih sangat ingin bersamamu
ingin bermain denganmu
ingin berlama-lama dalam pelukanmu
tapi Allah lebih menyayangiku
Allah menginginkanku pulang...

Ayah
terimakasih sudah berusaha keras menyelamatkanku
terimakasih sudah mencoba memberiku minum
terimakasih sudah memelukku dan menciumku
aku sayang ayah sampai kapanpun

Ayah
kita akan berjumpa kembali di alam yang jauh lebih baik daripada alam dunia
:'(




Continue reading →
01/01/12

Sepucuk surat dari AYAH dan IBU

0 komentar
Ayah Dan Ibu


Anakku …
ketika aku semakin tua ,,
aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku
suatu ketika aku memecahkan piring ,
atau menumpahkan sup diatas meja , karena penglihatanku berkurang
aku harap kamu tidak memarahiku
orang tua itu sensitif ,,
selalu merasa bersalah saat kamu berteriak
Ketika pendengaranku semakin memburuk ,
dan aku tidak bisa mendengar apa yg kamu katakan ,
aku harap kamu tidak memanggilku “Tuli!”
mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya


Maaf , anakku… aku semakin tua
Ketika lututku mulai lemah ,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun
seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil , untuk belajar berjalan
aku mohon, jangan bosan denganku
Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan ,
seperti kaset rusak
aku harap kamu terus mendengarkan aku
tolong jangan mengejekku , atau bosan mendengarkanku
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil
dan kamu ingin sebuah balon ?
kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang
sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan ..


Maafkan juga bau ku ..
tercium seperti orang yang sudah tua
aku mohon jangan memaksaku untuk mandi
tubuhku lemah …
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin
aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu ..
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
aku selalu mengejar-ngejar kamu … karena kamu tidak ingin mandi
Aku harap kamu bisa bersabar denganku,
ketika aku selalu rewel
ini semua bagian dari menjadi tua ,,
kamu akan mengerti ketika kamu tua
Dan jika kamu memiliki waktu luang ,
aku harap kita bisa berbicara
bahkan untuk beberapa menit


aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara .
aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan
Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku
aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ?
aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu
Ketika saatnya tiba .
dan aku hanya bisa terbaring , sakit dan sakit
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku


MAAF …….
kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku ,
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku
aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama
Ketika waktu kematianku datang
aku harap kamu memegang tanganku
dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian
dan jangan khawatir , ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta
aku akan berbisik pada-Nya
untuk selalu memberikan berkah padamu
karena kamu mencintai , ibu dan ayahmu ..
Terima kasih atas segala perhatianmu , nak…
kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah
Continue reading →